Jumat, Februari 15, 2008

Sebuah Kesungguhan

Kelabu itu...............
Selaksa rona yang meminta hadir
Menjemput suara hati yang mulai lirih
Berbisik tentang cinta,tanggung jawab dan kehidupan

Sebuah itikad yang telah berjalan
Menampar segala dinding dan tembok yang menghadang
Ragu...........dan mulai pelan
Disaat kisah masih terbentang

Adalah juga karenamu
Sosok yang mengharu biru,mencipta alunan lagu baru
Melambai selendang selayang pandang
Menggelombang dialam khayal yang nyata datang

Gema itu kemudian menyeruak disaat genting mulai menggunting
Seikat tekad telah terbulat....................akankah dia terguling ?!

Gelombang debu itulah penimbul warna kelabu
Tipis bergerombol sebagai pasukan
Lemah dipandang ...............kuat menghadang
Bagi tabir yang lembut menekan

Kuasa aku dan kamu
Asa yang masih timbul tenggelam
Masih merindu
Bagai bara didalam sekam

Visit Indonesia 2008

Baru hari ini saya menulis mengenai terobosan pemerintah Indonesia dalam bidang pariwisata ini.Saya sangat bersyukur dan mendukung sepenuhnya dengan adanya program ini.Tak perlu menyesali hadirnya yang mungkin sangat terlambat tapi lebih ke berbagai usaha yang akan dilaksanakan untuk mensukseskannya.

Indonesia adalan negeri yang sangat indah.Tak terhitung lagi betapa banyaknya sisi menarik yang dimiliki negeri ini.Sudah sepantasnya bila semua itu harus dimanfaatkan secara optimal dengan tujuan akhir demi pemerataan kesejahteraan rakyat tentunya.Memang tak sedikit potensi baik seni,budaya,dan keindahan alam yang selama ini terbengkalai dan tidak mendapat perhatian serius dari berbagai pihak.Namun jangan ungkapan pesimis yang kita berikan,justru kita harus bangkit untuk mengelola semua potensi tersebut sebaik-baiknya.

Peranan untuk mensukseskan program dari pemerintah ini adalah tanggung jawab kita bersama.Mulai dari kita masing-masing hingga semua elemen dari tingkat Rukun Tetangga hingga pemerintah pusat.Kita adalah elemen terbawah yang paling dekat dan harus paling tanggap terhadap pelestarian dan pengelolaan berbagai potesi wisata yang ada.Karena dari satu bidang pariwisata ini akan sangat membantu kita untuk mengembangkan bidang yang lain yang terkait secara langsung maupun tidak langsung.

Pemerintah tentunya sangat memahami hal ini.Potensi pariwisata kita akan sangat menarik berbagai wisatawan macanegara untuk datang berkunjung.Selain mendatangkan devisa,para wisatawan mancanegara bisa ditarik untuk menanamkan investasi di Indonesia dalam berbagai bidang yang akan sangat membantu pertumbuhan ekonomi negeri ini demi peningkatan kesejahteraan hidup rakyat Indonesia.

Kamis, Februari 14, 2008

Happy Valentine's Day

Happy Valentine's day buat semua.Semoga dengan semangat hari kasih sayang ini senantiasa kita semakin sadar untuk saling menggalang solidaritas,toleransi dan rasa saling menyayangi pada sesama,semua makhluk,dan alam sekitar. Untuk selanjutnya marilah kita saling berbagi kasih sayang dan kebahagiaan kepada mereka semua setiap saat.Minimal kita bisa berbagi senyum dan tawa kepada yang lain agar dunia ini semakin cerah,tenteram,tak ada perselisihan dan permusuhan serta penuh kedamaian.

Rabu, Februari 13, 2008

Semalam Bersama Tasaro

Saya mau sedikit bercerita mengenai malam Senin kemaren ( 10/02/2008 ).Malam itu saya ketemuan sama Mas Tasaro.Kami janjian cukup spontan meskipun beberapa hari sebelumnya Mas Tasaro udah ngasih tau saya kalau dia mau datang ke Jakarta.Diawali dari sms dari dia ke saya sekitar jam enam sore.Dilanjutkan dengan berbagai cerita mulai dari perjalanan saya yang dari Depok hingga kisah kebingungan kami untuk bisa ketemu di daerah Jakarta Selatan.Akhirnya kami bisa ketemu juga tepat jam 23.30 WIB di depan kampus UIN Syarif Hidayatullah,Cilandak.

Begitu ketemu,setelah saling bersalaman dan berpelukan ria.Yang pertama kami lakukan adalah kami kopdaran di warung mie tepat di depan kampus Pasca Sarjana UIN.Mas Tasaro pesan mie rebus + telor dan kopi susu,terus saya pesan mie goreng + telor dan jeruk anget.Kita cukup banyak ngobrol sambil makan mie tentunya.Hingga akhirnya kami berdua memutuskan untuk pindah tempat ke hotel di gedung Syahida Inn dalam kompleks kampus Pasca Sarjana UIN.

Kita dapet kamar di lantai 3.Saya sendiri lupa nomor kamarnya.Di situ kami sepakat untuk kembali berbincang mengenai berbagai hal terutama masalah masa lalu kami.

Perlu saya ceritakan disini bahwa sebenarnya kami adalah temen masa kecil sebagai sesama anak yang dibesarkan oleh sebuah desa di selatan Gunungkidul.Trowono nama desa tersebut.Mas Tasaro sudah berpuluh-puluh tahun tidak pernah kembali ke desa itu sejak kepergiannya dikala dia masih kelas 2 SLTP dulu.Sampai di tahun 2005 dia sempat kesana meskipun itu sangat singkat.Sedangkan saya adalah anak trowono yang lahir dan besar disana.Saya justru yang baru dalam 4 tahun terakhir meninggalkan Trowono dan kembali kesana disaat Lebaran dan cuti saja.

Kami sangat terharu dengan keadaan dan perubahan yang telah terjadi pada diri kami berdua saat ini.Begitu banyak cerita sedih,pengalaman yang menyakitkan dan juga berbagai peristiwa baik yang menyenangkan maupun begitu memilukan yang telah kami alami selama di Trowono dulu.Kami memiliki banyak kesamaan kisah dalam perjalanan hidup kami.Hingga dari semua cerita kami berdua kami bisa mendapatkan satu spirit untuk terus berkarya menuju hari esok yang lebih baik.Dan tentunya kami memiliki semangat yang membara untuk mempersembahkan sesuatu yang akan berguna bagi Trowono,desa kecil kami.

Saya akan lanjutkan cerita ini mungkin dengan lebih detail dalam kesempatan mendatang.Semoga masih akan banyak kesempatan untuk kami berdua agar bisa saling bertemu kembali.